🧠 Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dengan berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI).
Kegiatan ini ditujukan bagi para pensiunan Bank Indonesia yang dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Mengangkat tema “Ingat Itu Berharga: Yuk Kenali Demensia dan Cara Mencegahnya”, edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak, khususnya pada kelompok usia lanjut.
Acara dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube, serta dihadiri secara langsung secara terbatas di Gedung YKKBI, Jakarta.
Dalam kegiatan ini, dr. Asnelia Deviceasari, Sp.N., Subsp.NGD(K) dari RSPON dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan edukasi komprehensif terkait demensia, mulai dari pengenalan gejala, faktor risiko, hingga strategi pencegahan berbasis medis.
Dalam keterangannya, dr. Asnelia menegaskan bahwa demensia merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan perlu diwaspadai sejak dini.
“Demensia bukan bagian normal dari proses penuaan. Dengan mengenali gejala sejak dini dan mengendalikan faktor risiko, kita dapat memperlambat bahkan mencegah penurunan fungsi kognitif,” ujarnya.
Berdasarkan data global, saat ini lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dengan hampir 10 juta kasus baru setiap tahun, dan jumlah ini diproyeksikan terus meningkat secara signifikan hingga mencapai lebih dari 130 juta kasus pada tahun 2050. Bahkan, diperkirakan setiap 3 detik satu orang di dunia mengalami demensia.
Di Indonesia, beban penyakit ini juga menunjukkan tren peningkatan. Diperkirakan terdapat sekitar 1,2 juta orang dengan demensia, dan jumlah ini dapat meningkat menjadi 2 juta pada tahun 2030 serta mencapai 4 juta pada tahun 2050. Demensia juga termasuk dalam salah satu penyebab kematian yang signifikan serta menjadi penyebab utama disabilitas dan ketergantungan pada kelompok lansia.
Lebih lanjut, dr. Asnelia menekankan pentingnya pencegahan melalui pendekatan gaya hidup sehat.
“Aktivitas fisik yang teratur, pola makan seimbang, kontrol penyakit seperti hipertensi dan diabetes, serta stimulasi kognitif merupakan langkah penting dalam menjaga fungsi otak tetap optimal di usia lanjut,” tambahnya.
Partisipasi RSPON dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran strategis sebagai pusat rujukan nasional di bidang neurologi dalam mendukung upaya promotif dan preventif. Melalui kolaborasi lintas sektor, RSPON terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit neurodegeneratif, termasuk demensia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan otak serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan secara mandiri guna meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut. (dgs/pkrs)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON